Free CursorsMyspace LayoutsMyspace Comments
Autumn Falling Leaves -->

Total Tayangan Halaman

Rabu, 14 September 2011

Different Between Us


"Aku sebel banget sama kamu. Kamu tuh jadi orang kok gak peka, gak sensitif, gak responsif. Kamu pikir baik-baik omongan kamu yang nyakitin perasaanku"...tuuttt ttuutt ttuutttt. Telepon langsung terputus.

Semalam memang terjadi pertengkaran lagi dengan dia. Setelah setengah hari sempat redam perasaan marahku kepadanya. Setelah 2 hari yang lalu, dari hari minggu kami berantem. Siapa yang salah, dia yang gak ngertiin aku atau aku yang terlalu egois?

Pertengkaran semalam, karena gara- gara dia bilang "ya udah lah, tahun baru kamu gak usah balik ke Semarang. Ntar kamu capek lagi." Sebenarnya dia ngerti gak sih, kalau pas tahun baru nanti aku ingin sama dia. So, kenapa dia harus ngomong kayak gitu. Capek gak capek, buat aku yang penting ketemu sama dia. Cuma ketemu aja, gak lama pun gak apa- apa. Cuma itu yang aku mau "ketemu". Aku gak minta yang lain.

Tapi kenapa dia gak ngerti itu semua. Dia masih aja keukeuh biar aku gak ke Semarang. Dia sempet ngomong juga di tilpun kalau dia udah ada acara pas tahun baru itu. Apa karena itu aku gak boleh ke Semarang. 

Seperti kemarin, malam minggu yang  lalu. Sebelumnya dia bilang mau malming ma aku (meski cuma di tilpun soalnya kami LDR). Tapi ternyata dia pergi sama teman- temannya. Alasannya dia mau ambil uang di tempat temennya. Oke lah gpp. So far so good lah. Pas hari minggu paginya, aku tilpunan ama dia dan dia bilang gak jadi ambil uang karena temennya inilah itulah. Terlalu banyak alesan.Aku bunkannya membatasi dia. Terserah dia mau ngapain ajah. Tapi yang aku mau, gak perlu bikin alesan yang macam- macam. Kalau emang mau keluar sama temen- temennya ya silakan. Aku gak suka terlalu banyak alesan.

Nah pada minggu malamnya, aku tilpun dia lagi. Baru saja tilpunku diangkat, dia langsung bilang mau makan dulu sama temen kost nya. Bukan masalah makannya yang aku permasalahin. Mbok iya sih, aku baru tilpun setelah seharian dia gak ada sms aku kok kayak gitu. Akhirnya kami berantem lagi. Karena emosi aku langsung ganti nomor HP. 

Hari senin malam sekitar pukul 7, aku pasang kembali nomor HP ku yang lama. Berharap dia sms aku. Berharap dia cemas memikirkanku. Dan ternyata, harapan tinggal harapan doang. 1,2,3 sampai 7 sms masuk ke HP ku. 6 sms adalah sms dari dia kemarin malam (sebenarnya dia kirim 3 sms karena sms yg dikirim double jadi 6) dan 1 sms dia hari itu pukul 5 sore yang cuma tanyain "HP kamu matiin yah?". Dan gak ada sms lain. Bagus yah. Makin sakitlah hatiku. 1 jam kemudian, 1 sms masuk. Aku berharap dia yang sms, ternyata temanku. Dan begitu berulang- ulang setiap ada sms aku selalu berharap itu dari dia.Ternyata gak ada sama sekali sms dari dia. Ada satu sms pemberitahuan dari provider kalau dia tadi missed call nomerku.

Aku tunggu sampai jam 11 malam ternyata dia juga gak ada sms. Makin gedek hatiku. Karena aku udah gak tahan, aku tilpun lah dia. Seperti malam sebelumnya, saat aku baru saja tilpun dia langsung dia sepertinya sibuk dengan teman- teman kost nya. Ya sudah, karena aku emosi banget aku matiin saja tilpunnya. Kemudian dia sms. Dan pertengkaran itu terjadi di sms. Yang bikin aku tambah jengkel, dia tahu kalau aku marah kenapa dia gak ada sms atau tilpun aku? Alesan dia biar aku tenang dulu. Gimana aku bisa tenang kalau yang sebenarnya aku  inginkan itu dia hubungi aku,  dia khawatir dengan ku. Bukannya cuek seperti itu. Dia yang gak peduliin aku. Dia yang  gak perhatiin aku. Tapi dia gak pernah ngerti, kalau aku sangat mencintai dia. Aku ingin mendapatkan perhatian dari dia. Kalau aku gak cinta sama dia, ya masa bodohlah dia mau peduli atau  gak sama aku. Aku peduli sama dia. I would die for you, but you won't do the same. Seperti itulah istilahnya. Hubungan ini terasa tandus dan kering.

Besoknya dia sms aku dan aku pun mencoba untuk melupakan semua masalah yang ada. Ok. Aku bisa. Malam itu juga aku tilpun dia seperti biasanya. Dan akhirnya kami membahas tentang tahun baru. Dan dia menolakku untuk mengunjungi di Semarang secara halus. Okay, kalau itu mau kamu. Aku sudah mau berkorban, aku yang datang untuk kamu. Just for you baby. Tapi apa tanggapan kamu? Kamu nolak aku cong. Blagu banget. Ok. Jangan harap kamu ketemu aku lagi. Semua bisa kamu rubah kalau kamu bisa meluluhkan hatiku, melunakkan hatiku.Cobalah, itupun kalau kamu mau mencoba. Kalau kamu tidak mau mencoba  ya monggo. Aku hanya bisa doakan kamu mendapatkan yang terbaik. 

Jauh dari pertengkaran yang selama ini terjadi, aku sangat menyayanginya. Tulus, benar- benar tulus. Aku ingin dia mengerti aku dan aku juga ingin mengerti dia. Tapi kamu selalu saja bentrok, selalu saja misunderstanding. Ada yang salah pada diriku atau dirinya? Atau aku seharusnya bukan untuk menjadi kekasihnya? Aku gak bisa buat dia bahagia dan dia juga gak bisa buat aku bahagia. Yang ada cuma cekcok dan cekcok terus. 

Aku harap kalau kamu masih menginginkanku, please perjuangkan aku. Aku juga akan berjuang untuk kamu. Kalau tidak, sudahi sampai disini saja.Aku akan mundur perlahan secara pasti. Aku gak mau sampai harus ada yang terluka dan menderita.Different between us. Mungkin itu yang menyebabkan kita tidak sejalan.

Dari yang selalu mencintai dia - - - <3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LEAVE YOUR COMMENT ^_^